Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan Gigi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemeliharaan Gigi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2018

Sikat Gigi

 Cara Memilih Sikat Gigi

 Sikat gigi adalah bagian penting dalam merawat kesehatan mulut dan gigi. Namun untuk memilih mana yang cocok untuk Anda pasti mengalami sedikit kesulitan? Apalagi sekarang di pasar swalayan terdapatsikat gigi dari berbagai ukuran, warna, kelebihan, dan teknologi.
Jangan meremehkan jenis sikat gigi yang Anda beli. Memang tampaknya semua sikat gigi kelihatan sama. Toh, fungsinya juga membersihkan gusi dan gigi. Tapi tidak semua sikat gigi sesuai dengan Anda, berikut adalah tips memilih sikat gigi yang baik dan benar yang harus Anda perhatikan:
  1. Ukuran kepala sikat
    Sikat gigi yang bagus adalah yang mempunyai kepala sikat yang mampu mengakses ke semua permukaan gigi Anda. Untuk anak dan dewasa, pilihlah ukuran yang pas dengan ukuran mulut. Bila terlalu besar, akan sulit untuk bermanuver menjangkau area-area yang penuh dengan sisa makanan seperti bagian samping atau bagian dalam mulut dan terutama pada bagian belakang dari gigi geraham.
  2. Jenis bulu sikat
    Bulu sikat gigi terbagi tiga jenis: soft (halus), medium (sedang), dan hard (keras). Ahli gigi menganjurkan untuk menggunakan sikat gigi yang mempunyai bulu sikat yang soft- medium. Tapi ini kembali lagi ke cara Anda menyikat gigi. Sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut disarankan supaya tidak melukai gusi dan  merusak email gigi.
  3. Nyaman Digenggam
    Pilih sikat gigi yang memiliki gagang l sikat yang nyaman digenggam dan memudahkan anda untuk menyikat gigi. Sebaiknya jangan tergesa-gesa saat menyikat gigi, pastikan seluruh permukaan gigi tersikat dan ini biasanya memakan waktu 2 – 3 menit. Gagang sikat yang nyaman akan membantu Anda merasa nyaman juga saat menyikat gigi.
Nah, selain memilih sikat gigi, Anda pun harus mengerti cara menyikat gigi. Pastikan untuk menyikat gigi dari arah gusi ke gigi atau dengan gerakan memutar. Anda juga harus mengerti cara menjaga kebersihan sikat gigi, karena sikat gigi pun dapat menjadi agen penyebaran kuman & bakteri bila tidak dijaga dengan benar.
  1. Ganti sikat gigi minimal setiap 3 bulan. atau saat bulu sikat sudah mengembang, pastikan sikat gigi tetap dapat berfungsi dengan baik dan dapat menyikat gigi dengan bersih
  2. Jangan berbagi sikat gigi dengan orang lain. Kuman dan bakteri dapat cepat menyebar dengan cara ini.
  3. Letakkan di tempat terbuka. Sikat gigi yang disimpan di dalam kotak penyimpanan akan cepat lembab dan menjadi tempat subur bagi berkembangnya kuman.
Nah, Anda tidak pusing lagi kan memilih sikat gigi? Jadi rawatlah kebersihan gigi dan gusi dengan sikat gigi yang baik dan benar. Jangan sembarangan dalam membeli karena harganya lebih murah. Karena kalau gigi sudah rusak, biayanya akan relatif mahal. Jangan lupa untuk menyikat gigi minimal 2x sehari pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Gunakan juga pasta gigi yang mengandung Microgranules yang dapat membersihkan hingga ke sela-sela gigi & Zinc Citrate yang berfungsi melindungi mulut dari bakteri dan plak selama 24 jam.

Abrasi Gigi

Abrasi Gigi
       Abrasi gigi merupakan kerusakan jaringan keras gigi yang mengalami
keausan yang disebabkan kontak dengan benda asing secara terus
menerus. Kavitas abrasi disebabkan karena tekanan pada saat menyikat
gigi dalam arah horizontal yang terlalu kuat sehingga terjadi keausan
jaringan keras gigi. Adanya abrasi gigi bukan hanya disebabkan oleh cara
penyikatan gigi yang salah, tapi juga disebabkan oleh frekuensi menyikat
gigi, durasi menyikat gigi, dan pasta gigi yang mengandung bahan abrasif.
Tampilan klinis dari abrasi adalah adanya lesi luas dan dangkal pada
jaringan keras gigi yang biasanya terletak di daerah servikal gigi.
       Abrasi gigi umumnya dijumpai pada gigi premolar dan caninus. Pada
abrasi gigi juga sering ditemukan adanya resesi gingival sebagai akibat
dari penyikatan gigi yang berlebihan sehingga menekan gingiva.3
Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko terjadinya
abrasi gigi adalah dengan cara menyikat gigi harus benar terutama
memperhatikan arah sikat gigi, tekanan yang digunakan pada saat
menyikat gigi terlalu kuat, menggunakan sikat gigi lembut dan pasta gigi
yang rendah abrasivitas.









     Gambar 1. Abrasi pada bagian fasial gigi anterior dan posterior.9                Sumber : Gandara BK. JContemp Dent Pract.1999